Sabtu, Februari 28, 2009

Ulkus Mole (Chancroid)

BATASAN

Ulkus mole ialah penyakit infeksi genital akut, setempat, dapat inokulasi sendiri (auto-inoculable), disebabkan oleh Haemophilus ducreyi (Streptobacillus ducreyi), dengan gejala klinis khas berupa ulkus pada tempat masuk dan seringkali disertai supurasi kelenjar getah bening regional.


ETIOLOGI

Penyebabnya ialah H.ducreyi yang merupakan bakteri gram negative, anaerobic fakultatif, berbentuk batang pendek dengan ujung bulat, tidak bergerak, tidak membentuk spora dan memerlukan hemin untuk pertumbuhannya.

Hanya mengenai orang dewasa yang aktif. Lebih banyak pada pria.


FACTOR RESIKO

Kulit berwarna lebih sering terkena penyakit ini. Banyak terdapat di daerah tropis dan subtropis. Kebersihan dan hygiene berperan penting dalam penyebaran penyakit.


PATOFISIOLOGI

Penuakit ditularkan secara langsung melalui hubungan seksual. Predileksi pada genital, jari, mulut, dan dada. Pada tempat masuknya mikroorganisme terbentuk ulkus yang khas.


GAMBARAN KLINIS

Masa inkubasi sekitar 1-5 hari.

Lesi mula-mula berbentuk macula atau papul yang segera berubah menjadi pustule yang kemudian pecah membentuk ulkus yang khas, antara lain:

  • Multiple.
  • Lunak.
  • Nyeri tekan.
  • Dasarnya kotor dan mudah berdarah.
  • Tepi ulkus menggaung.
  • Kulit sekitar ulkus berwarna merah.

Lokasi ulkus pada pria terletak di daerah preputium, glans penis, batang penis, frenulum dan anus; sedangkan pada wanita terletak di vulva, klitoris, serviks, dan anus. Lokasi ekstragenital pada lidah, bibir, jari tangan, payudara, umbilicus, dan konjungtiva.

Pembesaran kelenjar limfe inguinal tidak multiple, terjadi pada 30% kasus yang disertai radang akut. Kelenjar kemudian melunak dan pecah dengan membentuk sinus yang sangat nyeri disertai badan panas.


ulkus pada penis


Variasi bentuk klinis.

  1. Giant chancroid: ulkus hanya satu dan meluas dengan cepat serta bersifat destruktif.
  2. Transient chancroid: ulkus kecil sembuh sendiri setelah 4-6 hari, disusul perlunakan kelenjar limfe inguinal 10-20 hari kemudian.
  3. Ulkus mole serpiginosum: terjadi inokulasi dan penyebaran dari lesi yang konfluen pada preputium, skrotum, dan paha. Ulkus dapat berlangsung bertahun-tahun.
  4. Ulkus mole gangrenosum: suatu varian yang disebabkan superinfeksi dengan bakteri fusosprikhetosis, sehingga menimbulkan ulkus fagedenik. Dapat menyebabkan destruksi jaringan yang cepat dan dalam.
  5. Ulkus mole folikularis (follicularis chancroid): timbul pada folikel rambut, terdiri atas ulkus kecil multiple. Lesi ini dapat terjadi di vulva atau pada daerah genitalia yang berambut. Lesi ini sangat superficial.
  6. Ulkus mole popular (ulcus molle elevatum): terdiri atas papul yang berulserasi dan granulomatosa, dapat menyerupai donovanosis atau kondiloma lata sifilis stadium II.


PEMERIKSAAN LABORATORIUM

  1. Pemeriksaan langsung bahan ulkus yang diambil dengan mengorek tepi ulkus yang diberi pewarnaan gram. Pada sediaan yang positif ditemukan kelompok basil yang tersusun seperti barisan ikan.
  2. Kultur pada media agar coklat, agar Muller Hinton atau media yang mengandung serum dengan vancomysin. Positif bila kuman tumbuh dalam waktu 2-4 hari (dapat sampai 7 hari).
  3. Tes serologi ito-Reenstierna, caranya 0,1 ml antigen disuntikkan intradermal pada kulit lengan bawah. Positif bila setelah 24 jam atau lebih timbul indurasi yang berdiameter 5 mm. Hasil positif setelah infeksi berlangsung 2 minggu akan terus positif seumur hidup.
  4. Tes ELISA dengan menggunakan whole lysed H. ducreyi.
  5. Tes lain yang dapat digunakan adalah tes fiksasi komplemen, presipitin, dan agglutinin.


gambar Haemophilus ducreyi dibawah mikroskop cahaya


DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesa, gejala klinis yang khas dan pemeriksaan langsung bahan ulkus yang diberi pewarnaan gram.



DIAGNOSIS BANDING

  1. Herpes genitalis; kelainan kulitnya berupa vesikel berkelompok dan jika memecah menjadi erosi.
  2. Sifilis stadium I; ulkusnya bersih, indolen, terdapat indurasi, dan tanda-tanda radang akut tidak ada.
  3. Limfogranuloma venerium; afek primer tidak spesifik dan ceat hilang. Terjadi pembesaran kelenjar getah bening inguinal, perlunakannya tidak serentak.
  4. Granuloma inguinale; ulkus dengan granuloma, tidak tampak badan Donovan.


PENYULIT

  • Adenitis inguinal.
  • Fimosis atau parafimosis.
  • Fistel uretra.
  • Fistel rektovagina.


TERAPI

  1. Obat sistemik
    1. Azitromycin 1 gr, oral, single dose.
    2. Seftriakson 250 mg dosis tunggal, injeksi IM.
    3. Siprofloksasin 2x500 mg selama 3 hari.
    4. Eritromisin 4x500 mg selama 7 hari.
    5. Amoksisilin + asam klavunat 3x125 mg selama 7 hari.
    6. Streptomisin 1 gr sehari selama 10 hari.
    7. Kotrimoksasol 2x2 tablet selama 7 hari.
  2. Obat local

Kompres dengan larutan normal salin (NaCl 0,9%) 2 kali sehari selama 15 menit.

  1. Aspirasi abses transkutaneus dianjurkan untuk bubo yang berukuran 5 cm atau lebih dengan fluktuasi ditengahnya.


DAFTAR PUSTAKA

Judanarso, Jubianto. 2002. Ulkus Mole. Dalam: Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin edisi ketiga hal. 396-400. FK UI, Jakarta.

Martodiharjo, Sunarko. dkk. 2004. Ulkus Mole (chancroid). Dalam: Pedoman Diagnosis dan Terapi Lab/SMF Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. RSU dr.Soetomo hal. 203-207. Surabaya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar